+6221-3507645 faq sitemap contact


Breaking News
Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Jum'at, 24/02/2017
 LATEST TWEETS   

Kak Asep di Mata Andalan Nasional Kwarnas

kak-asep-di-mata-andalan-nasional-kwarnas

Foto: Kak Ilham

PRAMUKA.OR.ID, JAKARTA – Mantan Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Kak Asep Rahmat Fajar meninggal dunia di usia ke 39 tahun. Kepergiannya membawa duka bagi keluarga dan teman-teman dekatnya. Sebab, ia dikenal banyak orang sebagai pribadi yang punya integritas dalam menekuni pekerjaannya.

“Beliau selalu cerdas dengan ide-ide yang beringas. Namun dia berani melaksanakannya. Nyalinya besar, tidak cuma omong doang,” ujar Kak Arie Rukmantara Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Renbangma yang juga teman dekatnya, Kamis (5/1/2017).

Kak Asep, tidak hanya bekerja sebagai Jubir KY dan Staf di Kantor Kepresidenan Debuti V, tapi ia juga aktif di Kwarnas Gerakan Pramuka sebagai Andalan Nasional Bidang Renbangma dan Orgakum tahun 2014-2016. Karenanya, Kak Asep dikenal dekat di kalangan anggota Pramuka. ‎

Bagi Kak Arie, mengenang Kak Asep tidak cukup hanya satu atau dua tahun. Kedekatan mereka sebagai teman sudah terjalin sejak tahun 1998. Saat itu sebagai sesama mahasiswa Universitas Indonesia, keduanya aktif di organisasi dan kerap turun ke jalan sebagai aktivis reformasi.‎

‎”Kak Asep setia terhadap cita-cita perjuangannya. Dia adalah pejuang andalan. ‎Saya kenal beliau sejak 1998, di UI. Lalu punya visi yang sama tentang masa depan menjadi terpelajar namun beraksi setiap hari,” tuturnya.

Menurutnya, Kak Asep sejak dulu orangnya konsisten untuk berjuang di jalur hukum. Karena itu, ia dikenal banyak pihak sebagai penggerak reformasi hukum Indonesia. ‎

“Mengenang Sang pejuang ‎pada tahun 1998, hampir tidak mungkin, kami, mahasiswa UI untuk tidak ikut dalam aksi. Bedanya, Kak Asep tetap setia beraksi meski presiden berganti. Fokusnya tetap konsisten, reformasi hukum yang membuka ruang keadilan, bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dari 1998 sampai beliau menutup mata,” terangnya.

Kesan yang sama juga dirasakan oleh Andalan Nasional Kwarnas Bidang Kominfo, Kak Hariqo Wibawa Satria. ‎Menurutnya, Kak Asep orang yang enak diajak untuk berdiskusi. Dalam menyampaikan pendapatnya Kak Riqo melihat dia selalu konsisten dan jujur dengan ilmu pengatahuannya, tidak manipulatif.
‎‎
“‎Kesan saya pertama kali berdiskusi dengan Kang Asep di Pramuka adalah; jujur dan teratur. Ia menyampaikan segala hal dengan jujur dan keyakinan, kata-katanya terukur penuh keserasian. Mungkin karena ia mantan Juru Bicara lembaga tinggi negara,” ujar Kak Riqo.

Sama halnya dengan Kak Hariqo, Kak Asep pada masa kuliah juga aktif dalam organisasi pergerakan. Keduanya sama-sama bergabung dalam organisasi HMI. Kak Hariqo mengaku, kerap melakukan komunikasi dengan para senior-senior Kak Asep di UI dan juga di beberapa kampus lain.

“Saya sering ngobrol dengan yunior-yuniornya seperti Erwin Natoesmal di Indonesian Legal Roundtable, Toto di Paskibraka, dan yunior-yuniornya di HMI,” jelasnya. ‎

Sebagai teman dekat yang pernah sama-sama aktif di Pramuka. Kak Hariqo merasa bangga sudah punya teman seperti Kak Asep. “Semua bangga sekali memiliki senior seperti Kang Asep. Pernah kita diskusi berempat juga di ruang kerja Walikota Bogor, Bima Arya,” jelasnya. ‎

“Nah, ketika Kang Asep jadi tenaga ahli di kantor staf kepresidenan, saya pribadi tidak kaget, karena levelnya sudah sekelas menteri. Dia alumnus Universitas Indonesia (S1), Belanda (S2) dan Spanyol (S3) di Bidang hukum. Saya benar-benar merasa kehilangan seorang senior,” tutup Kak Hariqo.

Kak Lukman Hakim, Andalan Nasional Kwarnas Bidang Kominfo, juga mengenal Kak Asep sebagai sosok yang humoris. Meski terlibat aktif di Pramuka selama dua tahun. Sebagai teman, Kak Lukman merasa kehilangan dengan sosok Kak Asep, pria kelahiran Sukabumi 14 Desember 1977.‎

“Kak Asep itu sosok berintegritas yang smart, profesional, dan enak diajak berdiskusi soal banyak hal. Gerakan Pramuka dan Bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Saya sendiri gak menyangka beliau dipanggil oleh-Nya secepat ini. Semoga beliau husnul khotimah. Amin,” ucap Kak Lukman.

Kak Asep menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit MMC Kuningan Jakarta Selatan Rabu (4/1/2017) pagi karena sakit. Ia meninggalkan seorang istri serta 2 orang anak yang masih sekolah. Jenazah dimakamkan Jenazah dimakamkan di TPU Menteng Pulo. (HA/Humas Kwarnas)

Rombongan dari Pramuka Arab Saudi adalah Ali Al Ali Abdul Azis, Muhammad, dan Abu Sulton Abdul Azis. Mereka diterima Andalan Nasional bidang Hubungan Luar Negeri (Hublu) Kak Brata Tryana Hardjosubroto dan Kak Indoreyano, serta sejumlah staf Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Gedung Kwarnas, Jalan Merdeka Timur No. 6 Jakarta Pusat, Jum’at (27/1/2017). (Foto: Nurul/Humas Kwarnas)

Pramuka Arab Saudi Berkunjung ke Kwarnas

By kwarnas / Januari 27, 2017 / 0 Comments
Kak Adhyaksa usai melantik Kak Alex sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sumsel di Griya Agung Rumah Dinas Gubernur, Palembang Kota, Jumat (27/1). ‎

Kak Adhyaksa Dault Puji Potensi Pramuka Sumsel 

By kwarnas / Januari 28, 2017 / 0 Comments