+6221-3507645 faq sitemap contact


Breaking News
Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Senin, 27/03/2017
 LATEST TWEETS   

80 Pembina Pramuka di Kemendikbud Dilatih Keterampilan Tanggap Darurat

kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) yang diselenggarakan berkat kerjasama Kemendikbud dan Kwarnas Gerakan Pramuka, di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, tanggal 12-19 Maret 2017. | Foto: Kak Syamsul / Tim Siber Pramuka

kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) yang diselenggarakan berkat kerjasama Kemendikbud dan Kwarnas Gerakan Pramuka, di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, tanggal 12-19 Maret 2017. | Foto: Kak Syamsul / Tim Siber Pramuka

PRAMUKA.OR.ID, JAKARTA – Sebanyak 80 Pembina Pramuka dari Unit Pelaksana Teknis dan Guru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dilatih keterampilan tanggap darurat. Keterampilan kepramukaan ini disampaikan dalam kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) yang diselenggarakan berkat kerjasama Kemendikbud dan Kwarnas Gerakan Pramuka, di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, tanggal 12-19 Maret 2017.

Kak Mohammad Roem, salah satu pelatih, mengatakan bahwa keterampilan kepramukaan memiliki banyak fungsi. Pada keadaan-keadaan yang tidak semestinya atau keadaan darurat, menurut dia, keterampilan kepramukaan ini dapat berfungsi.

“Ini peserta sedang praktek keterampilan kepramukaan pionering. Pionering itu, kalau keterampilan dasarnya, adalah kemampuan menggunakan tali-temali dan membangun konstruksi untuk keadaan darurat. Baik itu digunakan untuk perkemahan maupun suatu ketika ketika menghadapi keadaan darurat di kehidupan sebenarnya,” jelas Kak Mohammad Roem di lokasi KMD sedang berlangsung, Rabu (15/3/2017).

Disebutkan, 80 Pembina Pramuka ini dilatih empat keterampilan kepramukaan. Pertama, praktek membuat tandu atau dragbar, yang fungsinya antara lain untuk membawa korban manusia yang pingsan atau sakit sehingga harus diangkat.

“Tapi sekali lagi, ini dalam kondisi darurat. Tandu idealnya ada di rumah sakit. Tapi dalam kondisi darurat (dragbar) bisa kita fungsikan,” ujar pria asal Surabaya, Jawa Timur ini.

Keterampilan kepramukaan kedua yang diajarkan adalah membuat tenda dari ponco atau bivak. Menurut Kak Roem, bivak digunakan sebagai tempat peristirahatan sementara, melindungi dari terik matahari, guyuran hujan, udara dingin, maupun gangguan binatang ketika berada di alam bebas.

Ketiga, peserta KMD dilatih kemampuan orienteering. “Yang di sana juga membuat kompas, praktek orienteering, mengenali keadaan lingkungan, lalu dia coba memetakan keadaan di lingkungan,” kata Kak Roem, sambil menunjuk ke arah peserta yang sedang menggunakan kompas.

Terakhir, 80 Pembina Pramuka di Kemendikbud dilatih kemampuan first aid atau teknik pertolongan pertama pada keadaan darurat. “Fokus kita pada menangani luka-luka luar dan juga luka untuk keadaan di lokasi atau patah tulang,” imbuhnya.

Wakil Ketua Kwarnas Bidang Anggota Dewasa, Kak Dr. Susi Yuliati, M.Si berharap, setelah KMD ini, peserta mampu memahami ilmu kepramukaan dengan baik, serta mampu mendampingi anggota Pramuka di wilayahnya masing-masing agar menjadi kader yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa.

“Saat ini gerakan pramuka sudah masuk dalam ekstrakurikuler wajib, sehingga diperlukan kursus mahir dasar Pramuka bagi pembina agar pembinaan terhadap generasi bangsa khususnya dalam bidang kepramukaan benar tertuang dengan sebaik-baiknya,” ungkap Kak Susi, di Cibubur Jakarta Timur, Senin (12/3). (MSA)