+6221-3507645 faq sitemap contact


Breaking News
Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Senin, 27/03/2017
 LATEST TWEETS   

Keren, di Banyumas ada Pasukan Pramuka Urusan Pemungut Sampah dan Cabut Paku

Foto: Dok. Humas Kwarcab Banyumas

Foto: Dok. Humas Kwarcab Banyumas

PRAMUKA.OR.ID, JAKARTA – Lain dari yang lain sudah sejak awal Januari 2017 setiap hari di Kota Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah selalu terlihat anak-anak berseragam Pramuka keliling kota. Mereka adalah  adalah tim dari Satuan Karya (Saka) Kalpataru Kwarcab Banyumas yang ditugaskan khusus mengurusi sampah.

Pamong Saka Kalpataru, Kwarcab Banyumas Kak Subarkah Setionegoro‎ mengatakan, ini adalah bagian dari aksi jemput bola, dimana anggota Pramuka dikerahkan untuk mengambil sampah di tempat-tempat keramaian kota, seperti alun-alun, taman bermain, pasar dan pusat-pusat berpelanjaan.

‎Dengan begitu  kata dia, Purwokerto sebagai kota terbesar kedua di Jawa Tengah kebersihannya tetap terjaga. Ini juga sekaligus untuk mendukung program bank sampah sesuai Surat Edaran Bupati Banyumas tentang kewajiban mengumpulkan sampah anorganik bagi perangkat Pemkab Banyumas.‎

“Saka Kalapatu bentukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mempunyai kecakapan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk mengelola sampah anorganik seperti kardus, plastik dan botol” katanya saat dikonfirmasi, Senin (‎13/3/2017).

Dalam menjalankan aksinya, anggota Pramuka tidak hanya membersihkan sampah. Mereka kata Kak Barkah, diwajibkan untuk mengajak dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan. ‎

“Adik-adik Pramuka memasuki area alun-alun dan lainnya, mengingatkan kepada pengunjung dan pedagang agar membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan,” terangnya. ‎

Ia mengungkapkan, Banyumas sebagai Kota Satria telah memperoleh Piala Adipura. Namun, kenyataan di lapangan masih banyak warga yang kurang peduli terhadap persoalan lingkungan. Sampah banyak ditemukan di tempat-tempat keramaian kota. Sehingga untuk menjaga pengakuan itu perlu kehadiran Pramuka. ‎

“Saka Kalpataru ini dibentuk sebagai wujud kepedulian dari adik-adik pramuka terhadap lingkungan sekitar, terutama tempat orang berkerumun” ujarnya.

Kak Barkah menambahkan, ‎ Saka Kalpataru juga turut membuat program yang nantinya akan menguntungkan bagi lingkungan sekitar. “Ada 3 program yang kita canangkan, yakni aksi jemput sampah, aksi cabut paku pada pohon dan aksi bersih-bersih sore” pungkas kakak pembina Saka Kalpataru. ‎ (HA/Humas Kwarnas)