+6221-3507645 faq sitemap contact


Breaking News
Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Senin, 27/03/2017
 LATEST TWEETS   

KH. Hasyim Muzadi di Mata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka‎

Design: Kak Tsabit / Tim Siber Pramuka

Design: Kak Tsabit / Tim Siber Pramuka

PRAMUKA.OR.ID, JAKARTA – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi. Ia mengatakan, KH. Hasyim adalah sosok kiai, ulama besar Indonesia yang punya sikap negarawan. ‎

‎”KH. Hasyim Muzadi itu saya kenal beliau dan mendengarkan beberapa kali ceramah beliau langsung waktu saya jadi Ketua Umum KNPI juga waktu saya jadi Menpora. Statement-statement beliau itu mencerminkan kalau beliau sebagai seorang negarawan,” ujar Kak Adhyaksa, saat ditemui di kediamanya, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017).

Menurutnya, dengan ‎wawasan dan ilmu yang dimiliki, KH. Hasyim mampu menjadi ulama yang bisa diterima oleh masyarakat. Tidak pernah merasa sombong dengan keilmuannya. Kak Adhyaksa mengaku kerap mendengarkan pernyataan-pernyataan KH Hasyim, baik saat beraudensi, di kegiatan seminar maupun di media. ‎

“Kyai yang negarawan beliau mengatakan begini yang saya ingat kyai itu mempermudah yang sulit. Kadang-kadang intelektual justru mempersulit hal yang mudah. Oleh karena itu jadilah kyai yang intelektual, intelektual yang kyai,” ‎terangnya.

Kak Adhyaksa juga masih ingat banyak kata-kata bijak KH. Hasyim yang membekas dalam dirinya, yang menunjukan kalau KH. Hasyim adalah sosok negarawan  yang cinta perdamaian. “Saya ingat beliau mengatakan bahwa Pancasila itu bukan agama, tapi Pancasila itu merupakan titik temu dari perbedaan, segala perbedaan di negara ini,” ucapnya. ‎

Menurut Kak Adhyaksa,  menghormati Pancasila bukan seperti menghormati sebuah agama. Tapi, Pancasila merupakan ideologi negara  yang menjadi titik temu dari perbedaan kelompok, suku dan ras di negara ini.  “Jadi banyak yang saya ingat, dan selalu nampak kalau beliau adalah seorang negarawan. Negawaran yang religius negawaran yang Islami,” tutupnya.

KH. ‎Hasyim meninggal pada Kamis (16/3/2017) pagi di kediamannya, Pondok Pesantren Al Hikam, Malang. ‎Almarhum mengalami sakit sejak 6 Januari 2017 lalu. Ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang selama 10 hari. Sejak saat itu, kondisi Hasyim Muzadi belum pulih total.

Pada Sabtu (11/3/2017), Hasyim Muzadi kembali dilarikan ke rumah sakit yang sama. Ia baru dipulangkan pada Senin (13/3/2017). Selama di rumah sakit, KH. Hasyim sempat dijenguk oleh Presiden Joko Widodo ‎ Pada Rabu (15/3/2017) kemarin. Ia juga merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden. ‎(HA/Humas Kwarnas)