+6221-3507645 faq sitemap contact


Breaking News
Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Senin, 27/03/2017
 LATEST TWEETS   

Menuju Rainas Penegak KBRI Kuala Lumpur Ikuti Pelatihan Pengurusan Jenazah 

Foto: Dok. Penegak Gudep KBRI Kuala Lumpur

Foto: Dok. Penegak Gudep KBRI Kuala Lumpur

PRAMUKA.OR.ID , KUALA LUMPUR – ‎Dalam rangka persiapan mengikuti Raimuna Nasional 2017, Penegak Gudep KBRI Kuala Lumpur mengadakan pelatihan pengurusan Jenazah di Surau Kinablu University of Malaya Kuala Lumpur 4 Meret 2017 dan dipimpin oleh Ustadz Marngi.

‎Ustad Marngi menjelaskan, tentang apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengurus jenazah. Menurutnya, hal terpenting dari pengurusan jenazah adalah kehadiran ahli keluarga dimulai dengan memandikan si mayit hingga mengantarnya sampai ke kuburan.

“Diantara yang harus dikuasai dalam pengurusan jenazah adalah memandikan jenazah, pengendalian jenazah, rukun shalat jenazah, penguburan, dan mengusung jenazah untuk di kuburkan,” ujar Usatadz.

‎‎Setelah mendapat banyak penjelasan, kelompok putera dan puteri dipisahkan untuk mempraktikkan tatacara pengurusan jenazah. Masing–masing kelompok dipimpin oleh ustadz Marngi untuk putera dan puteri dipandu oleh seorang ustadzah.

‎Setidaknya ada lima materi yang disampaikan atau, Pertama, pengenalan perlengkapan jenazah seperti kain kafan, sabun mandi, kapur barus, cotton bud,  kapas, serbuk kayu cendana, dan lain-lain.

Kedua,  penataan kain kafan. Ukuran kain kafan adalah 15/18 meter lalu dibagi menjadi 7 untuk putri; 2 kain untuk lap, 1 kain untuk mengangkat, 2 kain untuk membungkus, 1 kain untuk kerudung, dan 1 kain untuk baju. Sedangkan untuk putra adalah 3 helai kain.

‎‎Ketiga, adalah memandikan jenazah, saat inilah fardhu kifayah bagi muhrim atau kerabat keluarganya (ayah,ibu,anak) untuk memandikan jenazah. Keempat, mengkafani jenazah dengan kain kafan yang sudah ditata dan 5 tali untuk diikatkan di atas kepala, bahu, pinggang, lutut, dan dibawah kaki.

Kelima, menshalatkan jenazah menghadap ke kiblat dengan 4 takbir. Terakhir, yang keenam adalah penguburan jenazah.

Salah satu peserta Kak Syifa mengatakan, dirinya mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk perjuangan dan kerja keras agar bisa mengikuti Rainas Bumi Perkemahan Cibubur Agustus 2017 mendatang. Dan ia berhasil mengikuti pelatihan ini dengan baik. ‎

‎“Lokasi pelatihan cukup jauh dari pangkalan kami, demi persiapan Rainas perjuangan ini harus kami selesaikan, dan akhirnya setiba di pangkalan SKU no 1 dan 23 dapat kami penuhi,” ungkap Syifa siswi kelas 10 Sekolah Indonesia Kuala Lumpur ini.‎ (HA/Humas Kwaras)