Artikel
Artikel 1-5 dari 6 artikel.
25-02-2009THINGKING DAY (BP’S DAY)
27-05-2008Sejarah Kepramukaan Indonesia
Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi
pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah
perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu perlu diketahui sejarah
perkembangan Kepramukaan di Indonesia.
27-05-2008Sejarah Kepramukaan Dunia
Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat
lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord
Robert Baden Powell of Gilwell. Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah
yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja
inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.
27-05-2008Rokok, Narkoba dan Aids Mengancam Remaja
Rendahnya Kepedulian Pemerintah Lindungi Anak dari Rokok
Penelitian yang dilakukan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) menguak
banyaknya anak direntang usia 10-13 tahun menjadi pecandu zat yang
sangat berbahaya itu.
Mungkin semua orang di negeri ini sudah tahu bahaya rokok. Rokok yang
akrab di kehidupan kita sehari-hari, merupakan benda yang mengandung
zat berbahaya dan dapat merusak kesehatan. Rokok dapat menimbulkan
berbagai penyakit seperti kanker paru dan jantung. Bahkan, merokok
berakibat sangat mengerikan pada otak. Otak dapat menyusut dan akhirnya
kehilangan fungsinya. Tak ayal, seorang perokok sangat rawan terkena
penyakit alzheimer (www.pinki.blog.m3-accses.com).
27-05-2008Pramuka, Masihkah Milik Kita ?
Internalisasi Kembali Nilai – Nilai Kepramukaan
MENDENGAR kata pramuka, orang tentu berasumsi bulan Agustus, lantaran
aktivitasya nyaris hanya bisa dilihat masyarakat pada bulan tersebut.
Sedang bulan-bulan lain kata pramuka seolah hanya menjadi pengisi satu
sudut kecil kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, yang tidak semua Gugus
Depan aktif melaksanakannya.
Sekadar merefleksi saja, pramuka memang organisasi yang dari zaman
kolonial sampai zaman yang reformasi 'diidolakan' oleh pemerintah.
Simak saja berbagai upaya yang membangun pramuka secara holistik, baik
dari segi usia maupun instansi pemerintah. Semua siswa usia 7-25 tahun
dikelompokkan dalam kategori peserta didik, 25 tahun ke atas pembina,
dan mereka yang usia lanjut dihimpun dalam Hiprada dan Pandu Wreda.
|<
[1-5]
[6-6]
>>
>|