+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 21/10/2018
 LATEST TWEETS   

Kwarda NTT Resmi Bentuk Saka Widya Budaya Bakti

 Kwarnas  19 Agustus 2018  253 views

Foto: Dok. Humas Kwarda Nusa Tenggara Timur (NTT)

KUPANG, PRAMUKA.OR.ID – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Kak Lusia Adinda Lebu Raya melantik 89 orang orang sebagai pengurus baru Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) di Aula Kwarda NTT, Kota Kupang, Sabtu (18/8/2018). Kak Lusia bersyukur struktur kepengurusan Saka di NTT dari waktu ke waktu terus bertambah.

Kak Lusia mengungkapkan, hingga saat ini baru ada lima Saka Gerakan Pramuka di tingkat provinsi NTT, yaitu Saka Pariwisata, Saka Dirgantara, Saka Kalpataru, Saka Kencana, dan Saka Widya Budaya Bakti yang baru saja dibentuk. Ini adalah lima Saka yang baru ada di NTT dari total sebelas Saka yang sudah dibentuk dan diresmikan di tingkat nasional.

“Saya akan terus mendorong pimpinan lembaga potensi Satuan Karya Pramuka di tingkat provinsi dan puji Tuhan ada dua Saka lagi yang saat ini sedang diproses administrasinya untuk segera dilantik, Saka Wanabakti (Kehutanan), dan Saka Bahari (Bidang Kelautan), sedangkan yang lainnya mudah-mudahan akan segera menyusul yaitu Saka Bhayangkara, Saka Wirakartika, Saka Bakti Husada dan Saka Taruna Bumi,” ujar Kak Lusia.

Diakui, pembinaan dan pengembangan Saka, baik di tingkat Kwartir Daerah, Kwartir Cabang maupun Kwartir Ranting bahkan di tingkat satuannya belum berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip pembinaan yang berlaku di dalam Gerakan Pramuka.

Kak Lusia mengungkapkan, ada beberapa permasalahan pembinaan Saka di NTT, antara lain belum semua Saka membentuk pimpinan Saka di tingkat daerah, cabang, ranting dan satuan binanya. Bahkan ada Saka yang satuan binanya sudah terbentuk dan kegiatannya berjalan, tapi tidak didukung dengan organisasi yang baik, sehingga kegiatannya menjadi tidak maksimal.

Di setiap Saka tidak memiliki Pamong Saka yang memahami tugas pokok dan fungsi serta prinsip-prinsip pembinaan Saka sehingga kerap terjadi Saka dijadikan Gugus Depan, baik dari sisi keanggotaan maupun kegiatannya. Semestinya, kata dia, setiap Pramuka yang mengikuti kegiatan di Saka harus tetap mengikuti kegiatan rutin di Gugus Depannya. Karena anggota Saka harus diambil dari Gugus Depan yang berada di wilayahnya.

Kemudian, masih ditemui beberapa Saka yang sasaran binanya Pramuka Penggalang, padahal sesuai ketentuan, anggota Saka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. “Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman para pembina di Gugus Depan tentang tugas pokok dan fungsi Saka serta kedudukan Saka di dalam Gerakan Pramuka, khususnya hubungan Saka dengan Gugus Depan,” ungkapnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Kak Lusia berharap kepada pengurus pimpinan daerah Saka Widya Budaya Bakti agar tidak memaknai pelantikan ini sekadar sebagai acara seremonial belaka, tetapi lebih kepada penyadaran diri untuk menjalani setiap tugas yang dipercayakan untuk mengembangkan pendidikan kepramukaan yang lebih baik.

“Sebagai insan yang percaya, pelantikan ini mengingatkan kakak kakak bahwa jabatan yang kita emban apa pun bentuk dan tingkatannya bahkan sekecil apa pun merupakan rahmat dan kasih Tuhan serta kepercayaan dari sesama yang harus diterima dan dijalani dengan sungguh-sungguh dengan hati yang tulus, ikhlas tanpa pamrih,” jelasnya.

“Karena itu usai pelantikan ini, kakak-kakak perlu segera menyusun rencana program yang dapat meningkatkan kapasitas dan kelembagaan, meningkatkan kualitas kegiatan dan mutu keterampilan anggota Saka,” tambahnya.

Diketahui Saka Widya Budaya Bakti adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pendidikan dan kebudayaan, khususnya pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal, seni dan film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum yang dapat diterapkan pada diri, keluarga dan lingkungan. (HA/AK)