+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Kamis, 19/10/2017
 LATEST TWEETS   

50 Tahun Asean, Diperingati Bersama Pramuka Se Asia-Tenggara

Pimpinan Pramuka se ASEAN di Jakarta 15 Agustus 2016

Pimpinan Pramuka se ASEAN di Jakarta 15 Agustus 2016

Peringatan 50 tahun berdirinya Perhimpunan Bangsa-Bangsa se Asia-Tenggara, ASEAN(Association of the South-East Asian Nations) pada tahun 2017 ini, memiliki keistimewaan karena untuk pertama-kalinya mengundang Perhimpunan Pramuka se Asia-Tenggara, ASARC (ASEAN Scout Association for Regional Cooperation) yang berdiri sejak 10 tahun lalu pada 2007.

Pada upacara peringatan “50 ASEAN Day Celebration”di gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta Selatan yang dihadiri Presiden Jokowi, Jumat pagi (11 Agustus 2017), Sekjen ASEAN HE Le Luong Minh asal Vietnam, mengundang ASARC yang telah diterima sebagai salah satu Entitas ASEAN.

Recananya dokumen penerimaan ASARC sebagai Entitas ASEAN akan resmi diserahkan dalam Jambore Pramuka ASEAN ke-6 di Tagum City, Filipina, 27 November sampai 2 Desember 2017.

Percepatan proses akreditasi ASARC sebagai Entitas ASEAN diawali tahun 2016 lalu dengan mengundang Wakil Sekjen ASEAN, AKP Mochtan, PhD, dalam rapat ASARC di Jakarta, 13 Agustus 2016, atau sehari sebelum pembukaan Jamnas X di Cibubur oleh Presiden RI Jokowi, disusul kehadiran para Pimpinan ASARC dalam acara peringatan HUT ASEAN di gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, 15 Agustus 2016. Wakil Sekjen ASEAN, AKP Mochtan, saat itu diangkat menjadi anggota kehormatan ASARC, yang ditandai dengan penyematan badge dan hasduk ASARC oleh Ketua ASARC, Wendel Avisado, yang juga Ketua Pramuka Filipina (BSP / Boy Scout of the Philippines).

Relevan dan Stratejik bagi ASEAN

Perhimpunan Pramuka se Asia-Tenggara, ASARC, dinilai sangat relevan dan stratejik dalam upaya mewujudkan Komunitas ASEAN yang kuat, karena Pramuka adalah organisasi pendidikan non-formal bagi anak muda di luar sekolah dan keluarga, yang menampilkan berbagai kegiatan di alam terbuka yang menyenangkan, untuk membentuk watak, akhlak, karakter, budi pekerti luhur dan cinta tanah air. Melalui Pramuka dapat ditumbuh-kembangkan wawasan dan perspektif kawasan sebagai Bangsa ASEAN.

Deklarasi pembentukan ASARC ditandatangani pada Konferensi Pramuka ASEAN ke-1 di Kuala Lumpur 5 September 2007 oleh lima pendiri, yaitu Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka (almarhum) Kak Azrul Azwar, Ketua Pramuka Brunei Darussalam Haji Badar bin Haji Ali, Ketua Pramuka Malaysia (almarhum) Dato’ Kamarudin Haji Kachar, Ketua Andalan Nasional Pramuka Filipina Pepito M. Carpio, Anggota Mabinas Pramuka Singapura Yatiman Yusof (mewakili Ketua Nicholas Tang), dan Wakil Ketua Pramuka Thailand (almarhum) Sutham Phantusak (mewakili Ketua Mabinas Wichit Srisa An).

Tujuan didirikannya ASARC adalah untuk turut memupuk kerjasama, kesatuan, persaudaraan dan solidaritas Pramuka se ASEAN melalui berbagai program dan kegiatan anggota muda yang bermanfaat bagi masyarakat.

ASARC merupakan Entitas ASEAN dengan jumlah anggota terbesar, sebanyak 20.810.633 orang,  atau sekitar 3% dari total populasi penduduk 10 negara ASEAN yang berjumlah sekitar 630 juta jiwa. Anggota terbanyak adalah Gerakan Pramuka Indonesia 17.200.595 orang (data Munas 2013), disusul Filipina 2.185.454 anggota, Thailand 1.318.559 anggota, Malaysia 82.671 anggota, Singapura 11.316 anggota, Cambodia 6.312 anggota, Brunei Darussalam 5.726 anggota. Belum termasuk anggota Pramuka Laos, Myanmar dan Vietnam, yang belum terdata.

Manfaat ASARC bagi Gerakan Pramuka Indonesia

Melalui Perhimpunan Pramuka se Asia-Tenggara, ASARC (ASEAN Scout Association for Regional Cooperation), Gerakan Pramuka Indonesia dapat mempertahankan dan memperkuat posisi maupun peran dan kontribusinya dalam pergaulan serta percaturan dan diplomasi Organisasi Gerakan Pramuka se Dunia atau WOSM (World Organization of the Scout Movement) yang kini memiliki 168 anggota NSO (National Scout Organization).

Ke-168 NSO itu terbagi dalam 6 regional, dan Gerakan Pramuka Indonesia berada dalam regional Asia-Pasifik bersama 25 NSO lainnya.

Sejumlah NSO juga melakukan pengelompokkan untuk memperkuat posisi maupun peran dan kontribusinya, misalnya di kawasan Asia-Selatan terdapat “SAARC Scout Friendship” atau Kekerabatan Pramuka untuk Kerjasama Regional se Asia-Selatan (South-Asia Association for Regional Cooperation), yang beranggotakan Pramuka Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, dan Pakistan.

Pengelompokkan ini menjanjikan kerjasama yang lebih erat karena kebersamaan dan solidaritas kawasan, yang dilatar-belakangi kesamaan budaya, kondisi sosial-ekonomi, bahasa, dan sejarah, sehingga mempermudah tercapainya pemahaman-bersama serta kesepakatan dan solusi atas berbagai kendala dan problematika.

Gerakan Pramuka atau Scout Movement adalah organisasi internasional yang menerapkan prinsip-prinsip (law & promises) yang diperkenalkan oleh Lord Baden Powell.

Dengan anggota terbanyak di dunia, Gerakan Pramuka sangat diperhitungkan dalam pergaulan internasional, terutama menyangkut pencapaian Visi WOSM 2023 yaitu menjadi organisasi terdepan di dunia bagi pendidikan kaum muda, yang melibatkan 100 juta kaum muda sebagai warganegara aktif yang mampu menciptakan perubahan positif guna membangun manfaat bersama di komunitas masing-masing. (Sumber: portalasean.com)