+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 19/11/2017
 LATEST TWEETS   

Akhir September, Kwarnas Keluarkan Pedoman Anggota Dewasa dan Kurikulum Diklat

Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Kak Susi Yuliati. (Foto: Dok. Humas Kwarnas)

Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Kak Susi Yuliati. (Foto: Dok. Humas Kwarnas)

JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sedang melakukan finalisasi draft Pedoman Anggota Dewasa Gerakan Pramuka (Adult in Scouting) dan Kurikulum Diklat. Surat Keputusan (SK) tentang kedua pedoman tersebut ditargetkan bisa selesai akhir bulan ini, dan selanjutnya disosialisasikan ke seluruh Kwartir Daerah.

“Saat ini dalam tahap finalisasi, SK untuk pedoman tersebut akan keluar akhir bulan ini. Jadi program terdekat adalah sosislisasi Pedoman Anggota Dewasa GP (Gerakan Pramuka, red) dan Kurikulum Diklat,” ujar Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Kak Susi Yuliati, saat dihubungi, Kamis (14/9).

Kak Susi menjelaskan, selama ini peta kebijakan tentang anggota dewasa yang sudah ada terpisah-pisah. Selendang Mahir bagi lulusan KML, misalnya, digunakan hanya berdasarkan tradisi, belum ada aturan resmi dalam bentuk keputusan Kwarnas. Saat ini pihaknya mencoba mengintegrasikan dan sinkronisasikan kebijakan yang terpisah-pisah itu.

“Sehingga ketika orang ingin mengetahui tentang anggota dewasa Gerakan Pramuka, cukup mengambil atau membaca satu buku saja,” terangnya.

Adapun Pedoman Anggota Dewasa itu memuat beberapa penjelasan, di antaranya tentang siapa dan bagaimana anggota dewasa di dalam Gerakan Pramuka, sistem rekrutmen, kompetensi, penggunaan seragam dan atribut atau tanda pengenal. “Kurikulum Diklat merupakan bagian dari Pedoman Anggota Dewasa,” jelasnya.

Pedoman Diklat itu, tandas Kak Susi, mengatur tentang Kurikulum Kursus Pembina Pramuka (Mahir Dasar dan Lanjutan) serta Kursus Pelatih Pembina Pramuka (KPD dan KPL). Ia menyebut tahun ini aturan tersebut mengalami beberapa perubahan orientasi berdasarkan pengamatan dan evaluasi hasil pelaksanaan kursus selama 5 tahun terakhir serta penyesuaian terhadap perkembangan kebutuhan ketersediaan Pembina dan Pelatih Pembina Pramuka.

“Di dalam kurikulum diklat yang baru, kompetensi dalam KMD adalah untuk menjadi Pembina Satuan (Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak, Racana Pandega). Kompetensi KML adalah untuk menjadi Pengelola Gudep, manajer yang mampu mencari peluang atau bekerjasama dengan berbagai pihak untuk kelangsungan hidup Gugus Depan dalam membina peserta didik,” terangnya.

Sedangkan kompetensi KPD adalah untuk menjadi Pelatih Pembina Pramuka yang mampu membimbing Pembina Pramuka dalam melaksanakan tugasnya di Gugus Depan. “Kompetensi KPL adalah menjadi pelatih desainer berbagai pelatihan yang dibutuhkan Gerakan Pramuka,” pungkasnya. (HA/AK)