+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 19/11/2017
 LATEST TWEETS   

Berjalan Kaki, Pramuka SDN Poter 1 Bangkalan Jelajah Situs Sejarah Pahlawan di Surabaya

Foto: Dok. SD Poter 1 Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur

Foto: Dok. SD Poter 1 Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur

SURABAYA, PRAMUKA.OR.ID – Puluhan Pramuka SDN Poter 1 Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menjelajah situs bersejarah Kota Pahlawan, Surabaya tanggal 11-12 November 2017. Mereka terlihat begitu semangat dan ceria mengikuti kegiatan jelajah walau harus jalan kaki sejauh 7 km. Walau lelah, sebanyak 28 (10 putra dan 18 putri) Pramuka itu tak mengeluh.

Kak Muhammad Hariawan Asfar (10), siswa kelas VI bersama rombongan siswa lainnya mengaku mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru saat melakukan penjelajahan tersebut. “Saya baru pertama ke Surabaya. Rasanya menyenangkan,” ujar Kak Asfar dengan nada ceria.

Hal senada disampaikan Kak Aan Hari Wibowo, Pembina Pramuka Gudep SDN Poter 1. Ia mengatakan, antusias peserta jelajah situs sejarah cukup tinggi. Selama berjalan kaki, dengan hanya berbekal nasi dan tahu tempe, mereka tetap semangat menapaktilasi sejarah Hari Pahlawan. Bahkan, lanjutnya, ada yang bertanya kapan acara seperti ini dilakukan lagi.

“Sampai ada sepatunya yang jebol sehingga mau tidak mau pakai sandal. Ada yang nyeker, tapi gak kuat nyeker, mau digendong tapi gak mau, akhirnya beli sandal di sana,” papar Kak Aan.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah makam WR Soepratman. Di tempat ini, mereka mengeluarkan bekal bunga untuk ditaburkan di makam pencipta lagu Indonesia Raya tersebut. Tak hanya menaburkan bunga, mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza (bait), serta memberikan bantuan kepada penjaga makam dan tukang becak di sekitar makam.

Setelah itu, mereka memanfaatkan waktunya untuk bertanya mengenai WR Soepratman kepada penjaga makam. “Banyak pertanyaan yang mereka ajukan. Itu mengajarkan mereka mengenal lebih dekat tentang Pak WR. Soepratman juga. Tidak hanya mengenal makamnya, tapi juga mengenal sosok keluarga beliau,” beber Kak Aan.

Setelah merasa cukup mendapatkan informasi mengenai sosok WR. Soepratman, mereka melanjutkan jalan kaki ke pos berikutnya, yaitu Jembatan Merah. Sepanjang perjalanan, mereka mengumpulkan sampah-sampah yang mereka temui di jalan. Sampah-sampah itu mereka angkut ke karung goni yang dibawa.

“Di sana kita juga coba tabur bunga. Di sungainya kita tabur bunganya. Karena pada saat pertempuran berdarah di situ, banyak mayat atau jenazah semua berkumpul, di situ juga banyak pejuang kita. Jadi, kita coba prosesi di situ sekaligus berdoa sejenak,” terangnya.

Tempat berikutnya yang mereka kunjungi adalah Tugu Pahlawan, Hotel Yamato, Gedung Grahadi, hingga Graha Pena Jawa Pos. Sepanjang perjalanan dari pos satu ke pos berikutnya mereka membawa karung goni untuk mengangkut sampah-sampah yang mereka temui di jalan. Setelah itu, malamnya mereka bermalam di Kantor Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Timur.

“Tujuan jelajah situs bersejarah ini adalah mengajarkan mereka kepahlawanan secara langsung di lapangannya, mengajarkan mereka tentang bagaimana ikut serta melestarikan warisan para pejuang, para pahlawan. Kita juga sampaikan kepada mereka kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab kepada mereka,” ulas Kak Aan.

“Sepulang dari Surabaya, acara jelajah situs sejarah tersebut, di kelas mereka makin solid. Dulu tidak pernah makan bareng beda kelas, sekarang mereka makannya juga bareng dengan kelas lain. Persaudaraan di antara mereka makin kuat,” pungkasnya. (MSA/AK)