+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Rabu, 24/10/2018
 LATEST TWEETS   

BNPB Perpanjangan Masa Tanggap Darurat Gempa Palu

 Kwarnas  10 Oktober 2018  241 views

Foto: Istimewa

JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kak Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, evakuasi terhadap korban meninggal dunia akibat gempa, tsunami serta likuefaksi, di Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya akan dihentikan pada Kamis 11 Oktober 2018.

“Saat ini, masa tanggap darurat masih berlangsung, hanya evakuasi korban dihentikan pada Kamis (11/10/2018),” kata Kak Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Namun, status tanggap darurat akan akan diperpanjang sampai akhir Oktober 2018. Karena, pemerintah masih melakukan pelayanan terhadap masyarakat Sulawesi Tengah yang khususnya terkena musibah gempa, tsunami dan likuifaksi.

“Layanan kebutuhan dasar bagi pengungsi, layanan kesehatan, distribusi logistik, layanan sekolah darurat, pembangunan huntara dan lainnya dilanjutkan hingga akhir Oktober 2018,” ujar Kak Sutopo.

Jumlah Korban Gempa-Tsunami Palu dan Donggala Jadi 2.045 Orang. Dari 2.045 jiwa terdapat di daerah Palu 1.636 jiwa, Donggala 171 jiwa, Sigi 222 jiwa, Parigi Mountong 15 jiwa, Pasangkayu Sulbar 1 jiwa

Sedangkan jumlah korban luka-luka hinggga saat ini tercatat 10.679 orang, terdiri 2.549 luka berat dan 8.130 luka ringan. Adapun korban yang hilang dan belum ditemukan yakni berjumlah 671 orang.

Beberapa hari lalu, Kak Sutopo mengatakan, korban gempa Palu dan Donggala meninggal dunia sudah dalam keadaan tidak utuh ketika ditemukan pada 14 hari pascabencana. Ini disebabkan oleh pembusukan yang dialami jenazah.

“Karena proses evakuasi 14 hari korban sudah meninggal. Kalau ditemukan korban sudah tidak utuh, maka dinyatakan hilang,” kata Kak Sutopo, Minggu 7 Oktober 2018.

Sementara itu, pendataan kerugian serta kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan. Instruksi dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK), kata Kak Sutopo, rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan mulai awal bulan depan. “Rehabilitasi dan rekonstruksi dijadwalkan mulai awal November 2018,” katanya.

Banyak relawan yang membantu Tim Sar untuk melakukan evakuasi korban, dan ditrisbusi bahan makanan pokok. Salah satunya adalah dari Pramuka Peduli. Pihak Kwartir Daerah Sulawesi Tengah sudah mandirikan posko bencana untuk Pramuka Peduli. (Ha)