+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Jum'at, 20/07/2018
 LATEST TWEETS   

Empat Gudep Bersaing Wakili Jambi di Lomba Gudep Unggul Tingkat Nasional

 Kwarnas  7 Juli 2018  136 views

Foto: Dok. Humas Kwarda Jambi

JAMBI, PRAMUKA.OR.ID – Gugus-gugus Depan berpangkalan di sekolah dasar (SD) di lingkup Kwarda Jambi mengikuti seleksi Lomba Gugus Depan Unggul tingkat Nasional. Mereka bersaing menjadi Gugus Depan Unggul untuk mengikuti Festival Penggalang Ceria tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Malang, Jawa Timur pada 6 Agustus 2018 mendatang.

Ketua Kwarda Jambi Kakak H. Sudirman mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud RI dan Kwartir Nasional yang turun langsung ke sekolah-sekolah tersebut untuk menilai kesiapan calon peserta Lokba Gugus Depan Unggul. Nantinya, Dari empat Gugus Depan, hanya satu Gugus Depan/sekolah yang menjadi utusan Kwarda/Provinsi Jambi pada even yang difasilitasi Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud RI.

Adapun Gugus Depan/sekolah yg mengikuti penilaian tersebut adalah SDN 165 Kota Jambi, SDN 46 Kota Jambi, SDN 35 Batanghari, dan SDN 55 Batanghari.

Unsur penilaian yang ditetapkan di antaranya keunggulan organisasi SDM, proses pembinaan, keunggulan kemitraan, keunggulan dengan lingkungan/masyarakat sekitar, mengetahui potret pembinaan Gugus Depan, dan mengevaluasi bersama-sama kelemahan yang didapat di lapangan.

Dari kegiatan ini diharapkan terlaksana ekskul ke-13, yaitu Pramuka wajib, bahwa ekskul Pramuka bukan latihan Pramuka, tetapi menuntaskan pelajaran di kelas dengan metode kepramukaan.

Aktualisasi ekskul wajib seminggu sekali selama dua jam pelajaran. Guru bertanggung jawab melaksanakan hal ini. “Salah satu tujuannya adalah penanaman nilai-nilai kebangsaan,” tutur Kak RM. Iqbal dari Pusdiklatnas Gerakan Pramuka.

Sekretaris Kwarda Jambi Kak Yevi Rivaldi, selaku Pendamping Tim menyampaikan, tanggung jawab pembina Gudep adalah membantu guru kelas dalam pola latihan dan pendidikan ekskul wajib agar lebih menarik.

Dia mengungkapkan, banyak guru kelas yang berpendapat bahwa pelaksanaan ekskul wajib Pramuka itu harus pelatih Pramuka. Padahal, yang harus melaksanakannya adalah guru kelas dengan menuntaskan pelajaran kelas menggunakan metode kepramukaan.

“Jadikanlah sekolah taman siswa, bukan penjara bagi mereka,┬ásehingga anak merasa nyaman berada di sekolah. Semoga dengan adanya sinergitas ini potret lendidikan di Tanah Air makin baik dan berkembang,” imbaunya. (Humas Kwarda Jambi/AK)