+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 19/08/2018
 LATEST TWEETS   

Evaluasi Setiap Pramuka adalah Kantor Berita, ini Kata Pengamat

 Kwarnas  10 Agustus 2018  288 views

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka saat menggelar Evaluasi Terbuka untuk Program “Setiap Pramuka adalah Kantor Berita” di Gedung Kwarnas. (Foto: Dok. Humas Kwarnas)

JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka mengadakan Evaluasi Terbuka Tahap I untuk Program Setiap Pramuka adalah Kantor Berita dengan mengundang para akademisi, pengamat, jurnalis, dan juga anggota Pramuka, serta masyarakat umum. Evaluasi diadakan di Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat 9 Agustus 2019.

Mantan Ketua Komisi Informasi Pusat Kak Abdurahman Ma’mun menyatakan apresiasi atas program Setiap Pramuka adalah Kantor Berita yang dicanangkan Kwarnas Gerakan. Awalnya ia mengaku tak yakin program ini akan berjalan masif, hanya sebatas semboyan. Namun ternyata mendapat antusiasme tinggi dari Pramuka di berbagai daerah.

“Pertama tentu saya apresiasi, karena waktu pertama dengar program ini saya kira hanya sebatas slogan, saya nggak pernah membayangkan jadi benaran. Tapi, ternyata mendapat respons positif dari Pramuka di sejumlah daerah. Partisipasinya cukup banyak,” ujar pria yang akrab disapa KK Aman, di Kwarnas.

Kak Aman memberikan masukan bagaimana program ini bisa lebih berkembang. Menurutnya, anak-anak Pramuka yang hidup di era melenial ini mestinya bisa lebih akrab atau aktif dalam menciptakan konten-konten positif di media sosial. Karena pola komunikasi masyarakat saat ini sudah mengandalkan media sosial sebagai basis utamanya.

“Kami sebenarnya bukan pemain, kalianlah pemainnya. Kami imigran, kalian penduduk asli yang hidup di era milineal di mana komunikasi masyarakat kini sudah menggunakan media sosial sebagai alat utamanya,” ujarnya.

Mengingat potensinya yang begitu besar, katanya, jumlah anggotanya banyak, melalui program ini mestinya Pramuka bisa jadi raja koten. Hanya saja mungkin tidak semua Pramuka punya kesadaran kolektif untuk aktif membuat konten, lalu mendistribusikan di media sosial sehingga bisa menjadi viral.

“Pramuka ini bisa jadi raja konten, karena kontennya banyak. Nilai plusnya bukan hanya untuk Pramuka sendiri, tapi untuk pribadi karena banyak klien perusahan yang membutuhkan SDM untuk bikin konten yang kreatif,” ujarnya kepada adik-adik Pramuka.

Artinya, lanjut dia, dalam membuat konten tidak harus mengambil kegiatan Pramuka seperti Jambore, Raimuna, atau Lomba Tingkat. Lebih dari itu, Pramuka juga harus bisa sensitif merespons isu-isu atau topik-topik yang sedang ramai diperbicangkan atau membuat hal baru yang bisa membawa daya tarik pengguna media sosial.

Sememtara itu, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Kominfo Kak Hariqo Wibawa Satria mengatakan, dengan jumlah Pramuka 25 juta, memang sangat potensial untuk bisa menjadi raja konten. Namun upaya itu tidak hanya sebatas imbuan, harus dipikirkan strategi yang matang.

Misalnya, berbagai lomba yang diadaka Kwarnas Gerakan Pramuka dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka sebenarnya sudah efektif untuk mengajak Pramuka membuat konten. Namun kata dia, itu tidak cukup, harus ada peran guru di sekolah yang mewajibkan Pramuka untuk membuat konten sebagai tugas wajib. Konten itu bisa dalam bentuk video, tulisan, atau foto. (HA/AK)