+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Kamis, 15/11/2018
 LATEST TWEETS   

Ini Penjelasan Kenapa Calon Ketua DKN Hanya Satu Orang

 Kwarnas  11 September 2018  495 views

Dewan Kerja Nasional (DKN)

JAKARTA – Jelang pelaksanaan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra Tingkat Nasional (Musppanitra) pada 22-24 September 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara, hanya muncul satu pasangan calon ketua dan wakil ketua Dewan Kerja Nasional (DKN) yakni Kak Robby Zulpandi dan Kak Sinta Ayu Lestari. Banyak pihak bertanya mengapa dalam Musppanitra hanya muncul satu pasangan calon.

Kak Rizky Dwi Amanda, salah satu anggota Tim Verifikasi mengatakan, pemilihan ketua DKN dan wakil ketua DKN sejak awal sudah disepakati menggunakan sistem paket merujuk pada PPDK No. 005 Tahun 2017. Adapun syarat dan ketentuannya sudah diatur dan disepakati dalam Sidang Paripurna Nasional (Sidparnas) di Bogor, 23 Februari 2018 lalu.

“Dari 13 syarat yang sudah disepakati dalam Sidparnas, salah satunya bagi yang ingin mendaftar calon ketua DKN minimal mendapat surat dukungan rekomendasi dari lima Kwarda,” ujar Kak Rizky saat dihubungi, Selasa (11/9/2018).

Tim Verifikasi, kata dia, selain diisi oleh pengurus DKN juga ada perwakilan dari tiga Dewan Kerja Daerah (DKD) yakni dari Kwarda Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah. Sesuai ketentuan, Tim Verifikasi sudah bekerja untuk melakukan proses penjaringan calon ketua dan wakil ketua DKN selama dua bulan. Dalam masa itu, ternyata hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar.

“Tim verifikasi sudah bekerja selama dua bulan untuk melakukan penjaringan calon ketua dan wakil ketua DKN sesuai syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Meski hanya muncul satu pasangan calon, Tim Verifikasi kata dia tidak akan membuka pendaftaran calon lagi. Sebab, dalam Sidparnas, Tim Verifikasi harus selesai menjalankan tugasnya satu bulan sebelum pelaksanaan Musppanitra. Sementara, pelaksanaan Musppanitra sudah semakin dekat.

“Sebenarnya ini bukan keputusan dan kemauan DKN. Tapi ini kemauan seluruh Dewan Kerja yang sudah kita sepakati dalam Sidparnas di Komisi B. Dengan adanya 13 syarat dan Tim Verifikasi,” jelasnya.

Tim Vervikasi ini dibentuk untuk memudahkan Dewan Kerja yang ingin mendaftar menjadi ketua DKN agar pelaksanaan Musppanitra lebih tertib. Harapannya, apa yang sudah disepakati tidak perlu dipersoalkan lebih lanjut di Musppanitra. Sebab bagi Kak Rizky, Musppanitra tidak hanya sekadar mencari ketua DKN yang baru. Lebih dari itu, diharapkan terciptanya musyawarah untuk mufakat dalam menyusun rencana strategis dan rencana kerja dari Dewan Kerja.

“Harapannya Muspanitra tertib, berjalan lancar lebih mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Yang lebih penting dari Musppanitra adalah bagaimana kita musyawarah merumuskan bersama rencana strategis dan rencana kerja untuk Dewan Kerja ke depan agar lebih baik,” jelasnya.

Diketahui Kak Robby dan Kak Sinta keduanya saat ini masih menjabat pengurus DKN. Kak Robby berasal dari Kwarda Sumatera Utara. Sedangkan Kak Sinta berasal dari Kwarda Jawa Barat.(HA/AK)