+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 24/06/2018
 LATEST TWEETS   

Isu Penebangan Pohon di Arboretum Buperta Cibubur Hoax!

 Kwarnas  11 Maret 2018  219 views
Foto: Dok. Humas Kwarnas

Foto: Dok. Humas Kwarnas

JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Belakangan beredar informasi di Whatsapp, terjadi penebangan pohon di Arboretum Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Wakil Kepala Buperta, Kak Achmad Mardiyanto menyatakan bahwa informasi tersebut hoax. Pihak kehutanan yang mengelola tempat itu juga membenarkan bahwa informasi tersebut hoax.

“Isu yang beredar kami menebang pohon di Arboretum dan tanpa sepengetahuan pimpinan, dan menjualnya. Itu tidak benar, salah. Informasi yang beredar di media sosial itu hoax, palsu,” ungkap Kak Achmad Mardiyanto saat dihubungi, Sabtu (10/3/2018).

Kak Achmad Mardiyanto membenarkan bahwa di Buperta ada penebangan pohon, tapi bukan pohon yang ada di Arboretum dan pohon-pohon yang langka. Penebangan itu pun memiliki alasan kuat dan tidak sembarang pohon. Pohon yang ditebang seperti pohon akasia.

Menurut dia, pohon tersebut ditebang karena sudah tua dan rentan tumbang. “Beberapa kali tumbang. Daripada menimpa tenda dan orang, kami takut saja, kami potong,” terang Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Umum ini.

Sebelumnya, cerita dia, beberapa bulan lalu pihaknya harus mengganti kerugian orang yang mobilnya tertimpa pohon yang tumbang di Buperta Cibubur. “Tenda kami sendiri juga rusak karena tertimpa pohon. Jadi memang harus ada regenerasi, kami potong dan kami tanam kembali,” terangnya.

Kepala Bagian Umum Buperta Cibubur, Kak Abdul Kholik menambahkan, penebangan pohon yang sudah tua dan rentan tumbang sudah dilakukan sejak lama dan rutin, tepatnya sejak tahun 1981 dan tidak pernah ada masalah.

“Agenda pemotongan itu rutin kami lakukan, setiap lima sampai 10 tahun kami cek, apa yang harus ditebang dan diregenerasi. Kriteria pohon yang ditebang, di antaranya pohon itu membahayakan anak-anak didik kita yang berkemah, seperti sudah tua. Kecuali pohon-pohon yang dilarang, seperti pohon mahoni, tidak kami tebang. Ini (yang kita tebang) pohon-pohon akasia, yang tumbuhnya memang liar,” ucapnya.

Kak Abdul Kholik mengaku, pihak kehutanan sudah mendatangi Arboretum. Menurutnya, pihak kehutanan salah informasi, dan sudah melakukan pengecekan. Mereka mengakui memang tidak ada penebangan pohon di Arboretum seperti berita hoax yang belakangan beredar di Whatsapp.

“Itu (di Arboretum) memang ditanam oleh pihak kehutanan, pohon-pohon yang langka, dan lain-lain. Ada petugasnya sendiri di sana, tidak mungkin kita menebang di sana. Kalau kita mau menebang, sudah dicegah duluan. Nah, informasi yang mereka terima, bahwa ada proses penebangan di Arboretum. Setelah mereka ke sini, sudah saya clear-kan,” pungkasnya. (MSA/AK)