+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Jum'at, 22/09/2017
 LATEST TWEETS   

Notaris dan Keaslian Dokumen

Kak Rioberto Sidauruk (Foto: Dok. Humas Kwaenas)

Kak Rioberto Sidauruk (Foto: Dok. Humas Kwaenas)

Oleh: Rio Sidauruk (Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang ORGAKUM)

Dalam perjanjian atau kesepakatan, baik itu jual-beli, sewa-menyewa, hibah dan perbuatan hukum lainnya, Pramuka tentu selalu mengingat dan sebagian mencatat kegiatan tersebut ke notaris. Lalu, apa sih sebenarnya notaris itu?.

Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan/atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk dinyatakan dalam akta otentik, menjamin kepastian tanggal pembuatan akta, menyimpan akta, memberikan grosee, salinan dan kutipan akta, semuanya itu sepanjang pembuatan akta-akta itu tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau orang lain yang ditetapkan oleh Undang-undang (Pasal 1 Juncto 15 UU RI No. 30/2004 tentang Jabatan Notaris).

Nah, apabila dalam pembuatan akta otentik tersebut para pihak menunjukkan dokumen pendukung, maka notaris tidak wajib menyelidiki secara materiil dokumen dan hal-hal yang dikemukan para penghadap notaris (vide. Putusan MA No. 702 K/Sip/1973).

Yurisprudensi MA RI tersebut menegaskan, apabila terjadi kesalahan yang menyangkut isi akta karena dokumen pendukung yang diajukan oleh para penghadap tidak benar isinya, notaris tidak dapat dipersalahkan membuat akta otentik palsu, melanggar Pasal 264 KUHP ayat (1) angka 1e KUHP.

Apa yang diatur dalam undang-undang tentang jabatan notaris dan apa yang disebutkan dalam Yurisprudensi MA RI sudah sangat jelas. Notaris memiliki payung hukum yang kuat, sehingga Notaris tidak perlu khawatir akan dipaksakan untuk dipidanakan, sepanjang apa yang dilakukan masih dalam lingkup pekerjaannya dan sesuai peraturan perundang-undangan. Kecuali terdapat indikasi tindakan perbuatan lain di luar yang diatur dalam undang-undang Jabatan Notaris yang dikategorikan tindak pidana.

Untuk itu, Pramuka yang akan melakukan perihal perbuatan hukum perdata (jual-beli, sewa-menyewa, hibah, dsb), harus benar-benar memperhatikan, teliti dan cermat perihal keaslian dokumen para pihak penghadap notaris. Jangan sampai terjadi setelah “dinotariskan”, ternyata dokumen kakak “aspal” (asli tapi palsu). Karena, notaris hanya bertugas mencatat perbuatan hukumnya saja.

Hati-hati dalam jual-beli, sewa menyewa, dsb yaa kak..!

Salam Pramuka.