+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Selasa, 25/09/2018
 LATEST TWEETS   

Peringati WCD, Pramuka se-Indonesia Diimbau Bersihkan Sampah

 Kwarnas  14 September 2018  141 views

Desain: Tim Siber Pramuka

JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bersih-bersih Sedunia atau World Cleanup Day (WCD) pada 15 September 2018, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengajak seluruh jajaran Pramuka di daerah untuk menyukseskan acara tersebut dengan melakukan aksi gerakan bersih-bersih di lingkungan masing-masing.

WCD merupakan gerakan global yang bertujuan membebaskan bumi dari segala macam sampah. Pramuka sebagai bagian dari masyarakat dunia, juga punya kepedulian tinggi terhadap persoalan lingkungan, seperti membebaskan lingkungan dari sampah. Aksi ini akan dilakukan secara nasional.

“Melalui surat edaran yang sudah kita sebar ke setiap Kwarda dalam rangka memperingati WCD, Kwarnas mengajak seluruh jajaran Pramuka untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah secara nasional. Minimal dilingkungan sekitar kita masing-masing,” ujar Wakil Ketua Kwarnas Bidang Bina Anggota Dewasa, Kak Susi Yuliati, Jumat (14/9/2018).

Kak Susi mengungkapkan, bukan hanya pada 15 September, aksi Pramuka bersih-bersih sampah juga sudah dilakukan jauh-jauh hari di sejumlah daerah. Pramuka membersihkan sampah di jalan raya, sekolah, perkantoran, taman rekreasi, sungai, gunung, pantai, dan tempat umum yang lain. Bahkan aksi semacam ini kerap dilakukan Pramuka tanpa harus menunggu hari peringatan.

“Ini karena momentum tepat, jadi ingin mendukung agar berjalan sukses. Sebelumnya pun Kwarnas Gerakan Pramuka sudah mencanangkan kegiatan GAUL (Gerakan Aksi Untuk Lingkungan). Waktu itu bersama-sama kita bersihkan Pantai Ancol. Dan gerakan ini masih terus berlanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault mengatakan, sampah masih menjadi persoalan utama yang sulit dipecahkan di Indonesia. Menurutnya dengan memiliki anggota sekitar 20 juta orang, terdiri dari 34 Kwartir Daerah, 504 Kwartir Cabang dan lebih dari 109.767 Gugus Depan, Pramuka sebenarnya potensial untuk bisa membantu pemerintah ikut meringankan persoalan sampah.

“Kalau digerakkan, Pramuka ini potensial dan memilik peran besar sebagai mitra kerja dalam membantu berbagai persoalan sosial dan lingkungan di masyarakat. Apalagi jiwa kerelawanan Pramuka sangat tinggi. Jadi menurut saya ini bagus, dan perlu mendapat perhatian bersama,” ujar Kak Adhyaksa.

Pria yang hobi naik gunung ini menyadari memang tidak mudah membangun kesadaran kolektif anggota Pramuka untuk cinta lingkungan. Namun, pihaknya terus berupaya menciptakan kesadaran itu. Salah satunya dengan ikut menyukseskan WCD, dan mempopulerkan kegiatan GAUL di masyarakat.

Terkait peringatan WCD setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan Pramuka di seluruh Indonesia. Pertama, melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan masing-masing. Kedua, melakukan pengurangan penggunaan kantong plastik. Ketiga, melakukan kegiatan pemilahan sampah dan penerapan 3 R (Reuse, Reduce, dan Recyle). Empat, tetap menjaga kebersihan lingkungan sampai kapanpun.

“Pramuka juga diminta untuk mengkampanyekan aksi bersih sampah dengan mengnggah kegiatan tersebut dengan tagar #Kami13Juta #GerakanPramukaIndonesia dan @gerakanpramuka @dk_Nasional @dkd_(daerah masing-masing) n@worldcleanupdayindonesia,” ujar Anggota Dewan Kerja Nasional (DKN) Kak Affriyani Lia Damayanti.

Diketahui, data statistik menunjukkan setiap hari Indonesia memproduksi sampah sekitar 200.000 ton. Sampah rumah tangga menempati urutan paling besar yakni, 48%, kemudian, pasar tradisional 24%, fasilitas publik 19%. Sedangkan untuk pengolahan sampah 68%, diangkut dan ditimbun 9%, dikubur 6% dan 7% tak terkelolaā€ˇ. (HA/AK)