+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 19/11/2017
 LATEST TWEETS   

Pramuka Abadikan Puncak-Puncak Eropa Dengan Spanduk Pancasila, Dasa Darma Pramuka Dan Visit Indonesia

Tim Pendaki dari Kwarnas Gerakan Pramuka dan Vanaprastha mengabadikan puncak Eiger, Swiss (3970 m) dan Puncak Grands Montets (3233 m), Perancis dengan spanduk Pancasila, Dasa Darma Pramuka dan Visit Indonesia. Rencananya pada Sabtu, 9 September 2017, tim melanjutkan perjalanan ke Puncak Mont Blanc (4810 m) yang merupakan puncak tertinggi di Eropa Barat.

Ekpedisi ini bertajuk “BRI – Gerakan Pramuka – Vanaprastha untuk Merah Putih; Promosi Indonesia Pada Puncak-Puncak Dunia.”

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Foto: Dok. Humas Kwarnas

“Selain bertujuan mengibarkan bendera merah putih, Pramuka dan Vanaprastha juga berfoto dan membuat video tentang Pancasila, Dasa Dharma Pramuka dan Visit Indonesia. Ini semua bagian dari Program Promosi Indonesia pada Puncak-Puncak Dunia,” jelas Kak Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dari Chamonix, Perancis (8/9).

Kak Adhyaksa Dault menambahkan, biasanya kita hanya mengibarkan bendera merah putih dan logo organisasi. Sekarang, untuk pertama kalinya kita berfoto dengan spanduk Pancasila, Dasa Darma Pramuka, Visit Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Pendaki tertua dalam ekspedisi ini adalah Kak Hidayat Hasan (61 Tahun), Kak Gembong Tawang Alun (59 Tahun) dan Mantan Menteri Pertanian, Kak Anton Apriyantono (58 Tahun).

Pendakian ke Mont Blanc dilakukan dengan persiapan matang. Seluruh anggota tim telah melakukan berbagai latihan fisik maupun mental. “Tidak semua bisa ikut, karena ini menyangkut keselamatan, bahkan nyawa, kita juga mempertaruhkan nama Indonesia,” ucap Kak Adhyaksa.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Foto: Dok. Humas Kwarnas

“Tidak ada yang instan dalam pendakian, meskipun pendaki sudah berpengalaman, latihan tak boleh lupa. Kami rutin naik Gunung Gede Pangrango dan latihan fisik untuk meningkatkan level VO2Max. Kami juga mendaki Gunung Fansipan, Vietnam, dan Gunung Kinabalu, Malaysia sebagai sesi akhir latihan,” jelas Mantan Menpora 2004-2009 yang sudah mendaki 60-an gunung ini.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Bank Rakyat Indonesia, Hari Siaga Amijarso mengungkapkan, BRI sebagai pendukung utama memandang ekspedisi ini sebagai kegiatan positif generasi muda Indonesia di tingkat internasional, sehingga diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa.

Semangat para pendaki dianggap selaras dengan semangat Bank BRI yang selalu ingin menjadi pionir yang berani menghadapi berbagai tantangan, selalu ingin meraih puncak prestasi tertinggi. Diharapkan, lanjut Hari, dukungan Bank BRI terhadap pendakian ini dapat memacu generasi muda untuk terus mengharumkan nama bangsa.

“Gerakan Pramuka erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Oleh karena itu, Bank BRI menjalankan fungsi sebagai national capacity building, mendukung kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwranas Gerakan Pramuka,” ungkapnya.

Hari Siaga Amijarso berharap, generasi muda yang ikut Gerakan Pramuka dapat terbentuk kepribadian dan watak yang bertakwa kepada Tuhan, tangguh, disiplin, berbudi luhur, dan berkepribadian sesuai nilai-nilai bangsa.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Berikut beberapa persiapan pendakian yang telah dilakukan: 1) Latihan rutin sebulan sekali mendaki Gunung Gede Pangrango (2958 mdpl); 2) Latihan rutin pendakian tebing di jalur via ferrata, Gunung Parang, Purwakarta; 3) Lari bersama setiap minggu pagi di area bebas kendaraan dan jalur puncak Bogor, serta latihan rutin setiap sore di area panjat tebing, pasar festival, Jakarta dan berbagai papan panjat di tempat lainnya; dan 4) Pendakian hingga puncak Gunung Fansipan, Vietnam (3.143 mdpl).

Berikut nama-nama 18 anggota Tim Ekspedisi ke Mont Blanc: 1) Kak Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka (54 Th); 2) Kak Gembong Tawang Alun, Ketua Tim Ekspedisi (59 Th); 3) Kak Anton Apriyantono, Mantan Menteri Pertanian (58 th); 4) Kak Hidayat Hassan (61 Th); 5) Kak Ariesto Edwin (56 th); 6) Kak Tumpak Simanjuntak (57 Th); 7) Kak Popo Nurakhman (37 Th); 8) Kak Soewarjono Lempo (39 Th) 9) Kak Edi Karyudi (44 Th); 10) Kak Eko Sulistio (44 Th); 11) Kak M. Syanusi (29 Th); 12) Kak Karsiman (33 Th); 13) Kak M. Fairus (28 Th); 14) Norman (35 Th); 15) Kak Wiyanto Suharjo (53 Th); 16) Kak Sari Madjid (55 Th); 17) Kak dr. Adhyrusman, Dokter (53 Th); dan 18) Kak Hariqo Wibawa Satria (35 Th). (HWS)