+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Senin, 20/11/2017
 LATEST TWEETS   

Pramuka Jawa Timur Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor Ponorogo

Pramuka Jawa Timur saat dikerahkan membantu evakuasi korban tanah longsor Ponorogo. (Foto: Humas Kwarda Jawa Timur)

Pramuka Jawa Timur saat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban tanah longsor Ponorogo. (Foto: Humas Kwarda Jawa Timur)

JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Pasukan Brigade Penolong (BP) 13.00 dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, bersama dengan BP 13.02 dari Kwartir Cabang Ponorogo dibantu dengan yang lain melakukan aksi kemanusiaan atas bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

Ketua BP 13.00 dari Kwarda Jatim, Kak Dian Harmuningsih mengatakan, bentuk kongkrit dari Gerakan Pramuka dalam bencana tanah longsor di Ponorogo adalah ikut serta bersama masyarakat dan Tim Sar mencari dan mengevakuasi para korban yang belum ditemukan.

“Kita ikut serta bersama Tim Sar untuk mengevakuasi para korban dengan menggunakan alat berat dan membersihkan material berupa tanah, batu dan batang pohon yang berserakan,” ujar Kak Dian, saat dihubungi, Senin (3/4/2017).

Kak Dian menuturkan, keterlibatan Pramuka dalam aksi kemanusiaan ini sudah dilakukan sejak awal dengan mendirikan posko-posko. Bahkan, BP 13.02 juga masuk dan dilibatkan bersama Tim Sar. ‎”Dalam aksi ini kita juga dibantu oleh BP 13.1 dari Pacitan, BP 13.03 dari Trenggalek, BP 13.19 dari Madiun, dan BP 13.20 dari Magetan,” katanya.

Lebih lanjut Kak Dian mengatakan, tidak hanya membantu mengevakuasi, Pramuka juga ikut serta dalam mendistribusikan bantuan logistik kepada para korban. “Kami dari BP 13.00 Kwarda Jatim hari pertama memberikan bantuan sebesar Rp.2.000.000,- S‎aat ini kami masih membuka posko bantuan bencana longsor tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan laporannya di lapangan, dari 28 korban hilang, telah ditemukan 2 korban yakni atas nama Katemi dan Iwan. Sehingga sejauh ini masih tersisa 26 orang yang belum ditemukan.  “Untuk hari ini pencarian korban dihentikan, dan dilanjutkan besok pagi, karena cuaca hujan, medannya licin,” terangnya.

Ia menambahkan, BP dari Gerakan Pramuka wilayah Jatim akan tetap berada di lokasi, sampai pencarian para korban dihentikan. Ia sendiri masih belum tahu kapan proses evakuasi akan dihentikan. Namun menurutnya masih lama, kar‎ena banyak korban yang belum ditemukan.

Sebelumnya, Komandan Tim Basarnas, Kak Yoni Fareza, pada Minggu (2/4/2017) mengatakan, sesuai data resmi posko tanggap darurat, jumlah warga yang terdampak longsor mencapai 128 jiwa. Dari jumlah tersebut 100 jiwa dinyatakan selamat dan 28 sisanya masih dinyatakan hilang.

“Ini adalah data terakhir yang kami dapatkan, semoga bisa menjawab kesimpangsiuran jumlah warga yang menjadi korban,” katanya.

Berikut daftar nama korban hilang dalam bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (1/4/2014) pagi. ‎

1. Litkusnin (L) 60 tahun
2. Bibit, (P) 55 tahun
3. Fitasari, (P) 28 tahun
4. Arda, (L) 5 tahun
5. Janti, (P) 50 tahun
6. Mujirah (P) 50 tahun
7. Purnomo, (L) 26 tahun
8. Suyati, (P) 40 tahun
9. Poniran, (L) 45 tahun
10. Prapti, (P) 35 tahun
11. Cikrak, (P) 60 tahun
12. Misri, (P) 27 tahun
13. Anaknya misri, (P) 3 tahun
14. Sunadi, (L) 47 tahun
15. Katemi, (P) 70 tahun
16. Iwan, (L) 30 tahun
17. Katemun, (L) 55 tahun
18. Pujianto, (L) 47 tahun
19. Siyam (P) 40 tahun
20. Nuryono, (L) 17 tahun
21. Menik, (L) 45 tahun
22. Kateno, (L) 55 tahun
23. Muklas, (L) 48 tahun
24. Jadi, (L) 40 tahun
25. Suyono, (L) 35 tahun
26. Suroso, (L) 35 tahun
27. Tolu, (L) 47 tahun
28. Situn, (P) 45 tahun