+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 18/02/2018
 LATEST TWEETS   

Pramuka Kirim Bantuan untuk Bencana Gizi Buruk di Asmat

 Kwarnas  31 Januari 2018  165 views
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua bersama Kwartir Cabang Mimika, Asmat dan Marauke melalui Satgas Pramuka Peduli saat melakukan aksi kemanusiaan. (Foto: Kwarda Papua)

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua bersama Kwartir Cabang Mimika, Asmat dan Marauke melalui Satgas Pramuka Peduli saat melakukan aksi kemanusiaan. (Foto: Kwarda Papua)

JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua bersama Kwartir Cabang Mimika, Asmat dan Marauke melalui Satgas Pramuka Peduli melakukan aksi kemanusiaan guna membantu masyarakat di Kabupaten Asmat yang tengah dilanda bencana gizi buruk dan penyakit campak.

Aksi kemanusiaan gabungan ini dilaksanakan dengan mendistribusikan bantuan berupa sembako dan pakaian kepada masyarakat yang terkena gizi buruk. Bantuan sudah diserahkan ke lokasi pada Senin (28/1).

“Satgas Pramuka Peduli di wilayah Provinsi Papua sudah dikerahkan untuk membantu mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak gizi buruk dan penyakit campak di Asmat,” ujar Kepala Pusdiklatda Gerakan Pramuka Papua Kak Idris Khan saat dihubungi, Rabu (31/1/2018).

Tidak hanya itu, Idris mengatakan, Satgas Pramuka Peduli juga sudah mendirikan posko bantuan di Marauke, Timika, dan Asmat. Sebagian relawan ada juga yang turun ke jalan untuk penghimpunan dana dari masyarakat. Tidak ada uang dan obat-obatan dalam bantuan tersebut.

“Tidak ada, karena uang juga tidak bisa dipakai untuk beli karena tidak ada pasar. Jadi semua barang kita beli di Timika lalu kita antar ke sana,” jelasnya.

Perjalanan menuju lokasi cukup sulit karena masyarakat di Asmat masih banyak yang hidup di hutan dan berpindah-pindah. Akses menuju ke sama pun tidak bisa menggunakan jalur darat. Pilihannya hanya dua, udara atau laut. “Kita pilih jalur laut, karena pesawat biayanya cukup mahal. Kita pakai kapal saja biayaya Rp35 juta,” jelasnya.

Rencananya, pimpinan Kwarda Papua juga akan mengunjungi para korban bencana gizi buruk di Asmat pada awal bulan ini. Idris menyatakan, aksi kemanusiaan ini akan terus berlanjut sampai kondisi berlangsung normal.

“Dan perlu kami tekanan bahwa aksi kemanusiaan Gerakan Pramuka tidak memandang suku, ras, dan, agama, di mana ada bencana Pramuka pasti turun,” tandasnya.

Peristiwa di Asmat masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB). Setidaknya ada 70 anak dinyatakan meninggal, dan lebih dari 500 ibu hamil terkena gizi buruk. Situasi ini diperparah dengan adanya wabah penyakit campak. Pemerintah dan beberapa organisasi kemanusiaan dibantu TNI-Polri juga sudah melakukan penanganan. (HA/AK)