+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 19/08/2018
 LATEST TWEETS   

Wasekjen Asosiasi Pramuka ASEAN Bertemu Dubes RI untuk Laos, ini yang Dibahas

 Kwarnas  9 Maret 2018  326 views
Wakil Sekjen Asosiasi Pramuka ASEAN (ASARC) Kak Brata T. Hardjosubroto saat bertemu Dubes RI untuk Laos Kak Pratito Soeharyo. (Foto: Dok. Humas Kwarnas)

Wakil Sekjen Asosiasi Pramuka ASEAN (ASARC) Kak Brata T. Hardjosubroto saat bertemu Dubes RI untuk Laos Kak Pratito Soeharyo. (Foto: Dok. Humas Kwarnas)

JAKARTA, PRAMUKA.OR.ID – Wakil Sekjen Asosiasi Pramuka ASEAN (ASARC) Kak Brata T. Hardjosubroto bertemu Dubes RI untuk Laos Kak Pratito Soeharyo di kantornya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

Dalam pertemuan itu, Kak Brata meminta dukungan Dubes Pratito untuk membantu melakukan komunikasi dengan Pemerintah Laos agar negara tersebut mendorong segara dibentuknya organisasi Gerakan Pramuka.

Kak Brata mengatakan, Laos adalah salah satu anggota organisasi negara-negara di kawasan Asia-Tenggara, ASEAN.

Sementara dalam Asosiasi Organisasi Pramuka Nasional se ASEAN, atau ASEAN Scout Association For Regional Cooperation (ASARC), nama NSO Laos belum terdaftar, karena negara ini belum memiliki organisasi kepramukaan nasional.
Karenanya, ia berharap Pratito bisa membantu mewujudkannya.

“Kita memohon dukungan lobi dan diplomasi agar Pemerintah Laos PDR mendorong dan menerapkan Scouting (kepramukaan), sehingga organisasi ASARC akan menjadi lengkap dengan 10 National Scout Organisation (NSO),” Kata Kak Brata, Jumat (9/3).

Menurutnya, Laos selama ini belum memiliki Pramuka karena negara ini menerapkan ideologi politik Sosialis-Komunis. Sementara ke-Pramuka-an menjunjung tinggi ketakwaan kepada Tuhan YME.

Meski begitu, Pramuka tetap memungkinkan bisa dibentuk di negara tersebut bila ada dukungan dari pemerintah. Sebab di beberapa negara berideologi sosialis-komunis lainnya, seperti Kamboja dan Vietnam, ternyata ada organisasi Gerakan Pramuka.

Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Hubungan Luar Negeri ini mengungkapkan, sejak 10 tahun berdiri, ASARC belum mendapatkan akreditasi sebagai entitas ASEAN yang diberikan oleh Sekretariat ASEAN, karena adanya keberatan dari Pemerintah Laos, dengan alasan belum memiliki Organisasi Pramuka Nasional.

“Karena ASARC menyandang nama sebagai entitas ASEAN, maka idealnya mendapatkan akreditasi dari Sekretariat ASEAN. Akreditasi itu berasal dari kata kredit, artinya penghargaan atau pengakuan. Kami tengah berupaya agar akreditasi segera dikeluarkan Sekretariat ASEAN,” jelasnya.

Sementara itu, Dubes Kak Pratito berjanji membantu melakukan upaya komunikasi, serta lobi dan diplomasi dengan Pemerintah Laos, supaya mendukung akreditasi ASARC, dengan mendorong pembentukan organisasi kepramukaan di negaranya.

Bila ini berhasil, maka Dubes Kak Pratito akan menganggap ini sebagai sebuah pencapaian kinerja yang baik di awal kariernya sebagai Dubes RI untuk Laos. “Saya siap bantu mengupayakan Pramuka ada di Laos,” ujar Kak Pratito, yang aktif sebagai Penggalang di Gudep SMPN 5 Bandung tahun 1970an.

Sebelumnya Kak Brata sudah bertemu Dirjen Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Bp Jose Tavarez, di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, pada 9 November 2017, juga untuk mengupayakan agar ASARC segera mendapatkan akreditasi dari Sekretariat ASEAN. Karena semua NSO menginginkan agar ASARC segera mendapatkan akreditasi.

“Dirjen Kerjasama ASEAN ini yang punya kewenangan membantu Ibu Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) untuk melakukan komunikasi dan kerjasama dengan Sekretariat ASEAN dan mengelola segala sesuatu yang menyangkut ASEAN Community,” jelasnya.

Menurut Kak Brata, pihaknya sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya agar ASARC mendapatkan akreditasi. Misalnya dengan melakukan kunjungan ke Sekretariat ASEAN di Jalan Sisingamaraja, Jakarta Selatan, termasuk melengkapi dokumen dan persyaratan. Dia juga sudah berupaya menghubungi Dubes Laos untuk Indonesia di Jakarta, namun belum ada tanggapan.

ASARC dibentuk oleh Pimpinan 5 NSO se ASEAN termasuk Ketua Kwarnas GP masa Bakti 2003-2013 Almarhum Kak Azrul Azwar pada 2007 sebagai forum diplomasi antar-Pramuka negara-negara ASEAN, sehingga dapat terjalin kerjasama yang lebih baik dan erat. Tahun 2017 lalu bertepatan dengan 10 tahun berdirinya ASARC.

Adapun kepemimpinan ASARC digilir empat tahun sekali. Saat ini Ketua ASARC adalah Mr Wendel E. Avisado (Filipina), Sekretaris Jenderal Dr. Mohd Effendy Rajab (Singapura), Deputy Sekretaris Jenderal Mr Rajalingam Ramasamy (Malaysia) dan Kak Brata T Hardjosubroto (Indonesia). (HA/AK)