+6221-3507645 faq sitemap contact
Breaking News
Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Minggu, 19/11/2017
 LATEST TWEETS   

Yang Unik Dari Peserta Lomba Video Reportase Pramuka

Foto: Instagram Kwarnas

Foto: Instagram Kwarnas

PRAMUKA.OR.ID – Lomba video reportase Pramuka yang digelar Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka telah usai. Nama-nama pemenangnya pun telah diumumkan oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault pada Senin, 15 Mei 2017. Ada yang unik dan menarik dari cerita peserta Lomba Video Reportase Pramuka.

Kak Dicky Zafirin, anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Surabaya mengaku punya pengalaman unik ketika pengambilan video reportase di Taman Bungkul Surabaya. Ia pernah bertemu dan ditanya sedang mengerjakan apa di Taman Bungkul oleh petugas Satpol PP.

“Saya punya pengalaman menarik nih saat syuting video reportase pada hari Sabtu. Nah, di Taman itu ketemu Satpol PP, lalu saya dan teman-teman ditanya lagi ngapain,” ujar Dicky, Kamis (18/5/2017).

“Waktu itu kita jawab, lagi buat video untuk lomba. Kata Satpol PP-nya wih keren ya dek, semangat buatnya. Saya cuman bilang terima kasih sambil senyum-senyum gitu,” ungkapnya.

Kak Risty Maulidya Hayati, anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Banjar, Kalimantan Selatan mengaku juga memiliki cerita menarik. Ia mengaku sedikit kesulitan ketika membuat video reportase karena alat dan cuaca yang kurang mendukung.

“Mungkin bisa dikatakan kesulitan karena kami di sini saat pembuatan video reportase itu keterbatasan alat yang dimiliki dan cuaca juga yang tidak mendukung, dan juga keterbatasan waktu dalam pembuatan videonya. 1 hari shooting, 1 hari edit, trus langsung dikirim mendekati lomba akan ditutup, karena sebelumnya di Raimuna Cabang jadi tim jurnalis,” tuturnya.

“Alhamdulillah. Karena itu ada sedikit sentuhan color grading, hehe,” tambah gadis manis ini.

Cerita menarik lainnya juga diungkap Kak M. Hafidz Al-Furqon, anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Palembang, Sumatera Selatan. Menurut dia, yang susah itu ide membuat video, lalu edit dan mensinkronkannya.

“Kalo buat video-nya susah-susah mudah, saat mengedit dan mensinkronkan dubbing dengan videonya. Ide video itu yang susah, karena harus difikirkan matang-matang, biar dapat inti dari videonya, hehe,” kata pemilik akun instagram @dagucoklat ini.

Lomba video reportase Pramuka dimulai pada 21 Februari 2017 hingga 25 April 2017. Video reportasenya bisa ditonton di akun Instagram @gerakanpramuka dan @reporterpramuka. Kwarnas akan memberikan hadiah bagi juara I sebesar Rp 6.000.000, juara II Rp 4.000.000, juara III Rp 3.000.000, dan ‎12 video reportase terbaik lainnya atau terfavorit masing-masing mendapatkan Rp 1.000.000. (MSA/Tim Siber Pramuka)